Mts Al"Hidayah Tajur Nekat Mengadakan Study Tour Dan Wisuda Dengan Iyuran Fantastis
Mts" Al"Hidayah Tajur Nekat Mengadakan Study Tour Dan Wisuda Dengan Iyuran Fantastis
Mts Al' Hidayah Tajur Nekat Mengadakan Study Tour dan Wisuda Dengan Iuran yang Pantastik
Mts Al' Hidayah Tajur kecamatan Citeurep bupaten Bogor masih saja nekat mengadakan Wisudawan utk kelas 9 yang digelar di gedung Gas Alam Gunung Putri, Sabtu 18/5/24.
menurut keterangan Orang tua siswa yang berhasil diwawancarai awak media menjelaskan Bahwa total biaya yang kegiatan Wisuda dan Study Tour atau Outing Class Cukup pantastik, adapun rincian utk uang wisuda sebagai berikut, Rp. 1.850.000,00 untuk yang tidak mondok, untuk siswa yang mondok dimintak iuran Rp. 2,500.000,00 dikalikan 217 peserta didik.
Tidak cukup sampai disitu menurut wali murid tersebut yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan apabila tidak di lakukan pelunasan maka akan ditahan Ijazahnya, dengan nada kesal wali murid tersebut merasa di Cekik atas mahalnya biaya wisuda tersebut.
"Masih kata wali murid, kesemuanya itu sudah satu paket, uang wisuda, uang photo wisuda dan uang Outing Class atau jalan - jalan ke Panjalu, Pangandaran dengan dalih ziarah," dengan nada kesalnya.
Jadi seolah - olah para panitia mengabaikan surat edaran dari PJ Gubernur Jawa Barat dan Himbaun kementerian agama, jadi kasus seperti ini jadi perhatian kemenag atau kemendikbud agar dilakukan sanksi buat oknum guru, kepala sekolah atau yayasan yang membandel, tidak mengindahkan Himbauan Permendikbud.
Padahal menurut pengamat pendidikan Ubaid Matraji meminta pemerintah turun tangan mengatur kegiatan study tour mengingat selain membebankan biaya yang mahal kepada siswa, banyak pihak sekolah yang juga menerapkan sanksi apabila siswa tidak ikut kegiatan tersebut.
Menurut Ubaid, satuan pendidikan lebih baik mengadakan berbagai bentuk kegiatan di sekolah yang bersifat refleksi diri serta penguatan minat dan bakat sehingga lebih bermanfaat dibandingkan siswa harus mengeluarkan biaya besar untuk sekadar jalan-jalan.
"Saya berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk merespon banyaknya kegiatan study tour dan wisuda di sekolah yang seakan-akan adalah sebuah kewajiban. Harusnya pemerintah melarang kegiatan semacam ini," kata Ubaid.
Samroni salah satu panitia pelaksanaan kegitan wisuda Mts Al' Hidayah diwawancarai tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut terkait konfirmasi awak media terkait mahalnya biaya yang ditetapkan katanya, itu kewrnangan ketua," ucap Samroni.
( Gats )
Komentar
Posting Komentar